Thursday, April 21, 2016

Wimbledon: Now and Then

If you have already seen one of my old posts, then you know that i was a Wimbledon ball girls back in summer 1997.
http://astridachied.blogspot.co.id/2013/07/from-champhionship-grounds.html


Dulu itu, sekolah gue setiap tahunnya mengirimkan student terbaiknya, tentunya melalui seleksi dan test , untuk menjadi Wimbledon ball girl. Kenapa cuma "girl", ya karena dulu gw sekolah di sekolah khusus cewe. Seleksinya mulai dari seleksi intern sekolah, lalu kalau lulus seleksi itu, mereka akan di kirim untuk melanjutkan proses training and test di Wimbledon Tennis nya langsung. Jadi ga cuma daftar terus masuk. Kita harus melewati proses physical test selama 6 bulan di sekolah. Lo bayangin aja harus lari muterin komplek pada saat cuaca minus sekian. Pake celana sport yang pendek pula. Bayangin aja gimana dinginya. Pokoknnya, 6 bulan itu sangatlah menyiksa. 
Tapi semuanya terbayar, ketika lo tau bahwa lo lulus seleksi. Dan beruntunglah saya yang terpilih pada saat itu. Training di Wimbledon juga bukan masalah yang mudah. Disini lo di ajarkan lebih dalam soal olahraga tennis itu sendiri, caranya roll the ball, dan the most important thing is you have to be displine. You can be cut at any time, if you don't perform well. Even kalau sepatu lo ga bersih, minggu depan bisa-bisa lo ga boleh datang. A friend of mine from the same school was cut during the training in Wimbledon. 

Long story short, after the test, after all the hard work, i finally made it through. And it was the best day of my life, when you finally wear the uniform of a ball girl on the first day. Not forgetting that you also get paid. But the experience that counts and i'm beyond happy and proud.



After 20 years time, i finally come back and make a visit to the place that makes me proud. Pada saat gue berkunjung kesini, tentunya bukan pada saat champsionship. Jadi memang sepi dibanding waktu pas ada bertandingan. Pengunjung pun juga ga banyak. Kalau mau masuk inside the arena juga bisa, ada tour guidenya, dan bisa lihat yang namanya centre court. Tapi dulu aku kan udah pernah hheheheh *sombong minta di tampar*. 



Oh ya kalau mau ke sini, bisa turun di Southfileds station (distric line) dan naik bus 493 menuju All England Lawn Tennis. Come by in summer and see the championship for yourself

Wednesday, April 20, 2016

Inside The Vatican

Sebenernya ke Italy itu lebih kaya wisata Gereja sih. Karena dimana-mana banyak banget Gereja, Cathedral, bagus-bagus dan megahnya luar biasa. Salah satu agenda kita ke Roma, adalah mengunjungi Vatican. It's a must. Negara terkecil di dalam kota Roma ini sayang untuk di lewatkan begitu saja. So what the Vatican is like?



From the Rome termini station you can go by Metro to Vatican. You can also take the bus, or even the sightseeing bus like us. Every sightseeing bus will stop at the Vatican. From the bus stop you still need to walk a few miles though, but that's totally ok, so you can witness all the beautiful surrounding. 
Memasuki area Vatican, you can see the St Peter's Basilica dari kejauhan. Dan even terdengar suara choir yang menggema from inside the church. St Peter's Basilica ini digambarkan sebagai salah satu gereja terbesar. . Nah arsitek gereja ini adalah si Michaelangelo. Makanya patung Michaelangelo dan hasil karyanya bertebaran di Italy.




Waktu itu kita beli ticket online untuk bisa masuk ke dalam Vatican Museum dan Sistine Chapel. Saya kelupaan beli ticket untuk masuk inside the basilica. Mau beli ditempat kok ngantri banget. Ga jadi lagi!!. Kecuali kalau mau sekalian ikut misa biasanya boleh, tapi ga tau deh kalau disini. Sepertinya orang ga sembarangan keluar masuk. Orang banyak petugas polisi sama militer...man. !! 



Foto-foto di St Peter's Square dan duduk-duduk sambil makan es krim sambil denger lonceng berbunyi pertanda misa akan segera dimulai, sudah cukup bikin gue happy to the max. Untuk ticket masuk ke Vatican Museum bisa di beli di sini. Perhatikan baik2 tempat mana saja yang ingin kita kunjungin. Dan pilih jam sesuai dengan schedule yang kita mau. Untuk hari Minggu sepertinya Vatican ini closed for public. Dan beberapa hari besar lainnya seperti Easter and Christmas. Waktu itu kita milih book untuk masuk jam 3. Jadi dari dua jam sebelumnya kita udah bergereak. Kira2 butuh waktu 2 jam lah untuk muter2 di dalam Vatican Museum.








Vatican Museum tepatnya ada di outside the Vatican wall. Jadi kita musti jalan muterin tembok, dan lumayan...pintu masuknya kok jauh banget yak. *kaki pegel*. Begitu masuk kita langsung validasi ticket, dan pelan-pelan menelusuri every side of the museum. Di museum itu sendiri kita diperbolehkan kok foto-foto, but not on the Sistine Chapel. Museum ini basically berisi karya-karya dan koleksi dari Gereja Katolik Roma. Dalemnya indah banget lah pokoknya.  Sementara kalau Sistine Chapel ini adalah kapel yang terletak di kediaman resmi Paus di Vatican (contek dari wikipedia). Chapel ini terkenal banget dengan artisekturnya terutama lukisan di langit-langit chapel yang menggambarkan kehidupan Maria dan Yesus.

Dimana-dimana tempat ibadah itu selalu indah ya. 

Tuesday, April 19, 2016

When in Rome

Rome adalah kota persingahan terakhir kita di Italy. And as we head to Rome, we are ready to be extra careful. Kenapa? ya itu di takut2in orang yang padahal belum pernah kesini sama sekali. Berangkat dari Florence sekitar jam 10 dan kita tiba di Roma Termini train station menjelang jam makan siang. This station again is very packed and many people go in and out from the train. Di kota ini saya memang mencoba untuk avoiding the hassle, so again dari pada nyari2 alamat hotel dan musti jalan lagi, saya sengaja mencari hotel sedekat mungkin. Dan ternyata find out that hotel tempat kita menginap sangat strategis. Oh ya kita menginap di Best Western Hotel Royal Santina. Sepertinya ada dua best western di kota ini, satu lagi saya lupa letaknya di mana, tapi yang jelas bukan di Termini. And if you are planning to stay here, choose the one which near the Termini station, which is the Royal Santina. Hotelnya tinggal ngesot dari station bok! Cari pintu keluar ke arah Marsala, turn left, walk 2 mins, nyebrang, sampe deh!. Walaupun letaknya berdekatan dari Station, hotel ini bisa dibilang cukup nyaman dan tidak berisik,, and still safe. Oh ya dapet breakfast pulak.






Rome memang berbeda dari kota lain yang saya kunjungi di Italy. Disini terlihat memang sedikit lebih kumuh dan kotor. Banyak homeless di pusat kota, terutama di station dan sekitarnya. Tapi bukan berarti ga bagus. Rome menyajikan gaya classic dengan bangunan2 bersejerah yang megah. Sebut saja The Colosseum. Tempat bersejarah yang merupakan arena pertunjukkan Gladiator ini banyak sekali di kunjungi turis. Hati-hati banyak yang jualan tongsis maksa. Bangunan ini sangat megah dari luar. Sayang kita ga sempet masuk ke dalem. Better kalau mau masuk beli ticket online dulu deh. Nah bisa juga lihat reruntuhan kota Roma yang dibiarkan menjadi salah satu tourist attraction di kota ini. Some said, Rome wasn't build in a day. Well this is it.






Di kota Rome inilah kedua kalinya kita menggunakan bis Hop on Hop off, yeahhhh hidup tourist main stream. Bukannya begitu! (sok pembelan) hehehe. Saking strategisnya, di depan hotel kita ada bus stop khusus untuk Bus ke airport dan Bus sightseeing hop on hop off. Dan untuk menguragi keribetan di kota roma (karena emang males mikir) makanya kita pilih naik ini. Save time, but surely won't save cost hahaha. Tapi dengan begini, kita jadi lihat banyak main attraction seperti Spanish step, Piazza Venezia, feel the ambiance of the city dan sampai ke Vatican. Kita beli ticket Hop Hop bus ini yang 24 jam, yang berlaku sampai hari berikutnya on the same time we buy.









After stopping at Colosseum, we then walk heading to Circo Massimo, where the next bus stop located. Nah kalau tempat ini, dulu katanya bekas tempat balapan kuda di masa romawi. Sekarang jadi semacam taman di tengah kota. Dan perjalanan kami pun di lanjutkan ke Trevi Fountain. Ini air mancur yang terkenal itu loh. Yang kalau kita lempar coin ke air mancur ini, katanya kita suatu saat bisa balik lagi ke Rome. Yah, kaya di film When in Rome. Too bad, this place is so freaking crowded. Isinya lautan manusia semua, sampai ga bisa ngebedain mana yang orang baik, mana yang mau nyopet. Mau foto juga susah saking banyaknya orang.



Akhir perjalanan kita di Italy usai sudah, as we head to Fiumicino airport. We taking the bus instead of train. Bosen naik kereta mulu. Naik bus dari depan hotel, dan perjalanan sekitar 1 jam-an. So overall, Italy was incredible and i'm thankful to make my journey here.





 


Best Western Hotel Royal Santina
Via Marsala, 22, 00185 Roma, Italia
+39 06 448751