Showing posts with label Liburan. Show all posts
Showing posts with label Liburan. Show all posts

Wednesday, May 30, 2012

Negri Laskar Pelangi

Film Laskar Pelangi tahun 2008 yang lalu sepertinya berhasil menjadikan Belitung menjadi salah satu kota destinasi jalan-jalan/liburan. Beruntunglah mereka yang ke sana sebelum film ini booming, karena bisa di pastikan lebih sepi turis.
Seorang bapak penjual batu meteor, bilang kalau, pantai disini memang indah, tapi servicenya kurang. Sayang sekali bupati dan pemerintah setempat kurang memperhatikan lahan pariwisata disini.


Pesawat yang mendarat di Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin, hanya ada 2 maskapai, Sriwijaya dan Batavia. Satu lagi Sky Aviation, pesawat kecil yang menuju Pulau seberang, Bangka. Bandara ini sangat kecil, hanya terdiri dari 4 counter cek in dari 3 maskapai tersebut, ruang tunggu yang juga tidak terlalu luas, dan pengambilan bagasi yang hanya terdiri 1 line, yang membuat barang kalau tidak segera di ambil akan menumpuk di ujung line. Jangan harap ada brosur tentang tempat2 wisata di Belitung, karena di airport tidak disediakan sama sekali. Ke-tidaklengkapan sarana informasi inilah yang membuat gw, makin penasaran, sebenernya ada apa lagi sih di Belitung selain dari Laskar Pelangi, Pantai-pantainya seperti apa kah?, dan seandainya punya waktu lebih lama, alangkah menyenangkan apabila bisa meng-explore sampai ke selatan pulau Belitung atau menyebrang ke pulau-pulau kecilnya.

Kami pun tiba di Tanjung Pandan, ibu kota Belitung pukul 08.30 pagi. Hari itu hari jumat, dan seperti layaknya ibu kota yang selalu padat dengan aktivitas, Tanjung Pandan, justru sebaliknya, tidak menunjukkan aktivitasnya yang ramai. Di pusat kota sendiri ada alun-alun yang katanya ramai di kunjungi pas malam tahun baru, pusat jajanan oleh-oleh yang mostly jualan kerupuk, tempat makan yang sederhana, dan cuma ada satu fast food restaurant yang gw jumpai di kota ini, yaitu KFC. Itu pun juga baru wuahahaha. Untuk sarana penginanpan, memang tidak banyak compare dengan kota-kota lain di Indonesia. Belum terlihat hotel-hotel ternama yang membangun branch nya di sini. Satu yang terlihat, Aston Group yang sedang dalam tahap pembangunan. Sementara untuk hiburan di pusat kota, orang local terlihat banyak yang berkunjung ke Museum Tanjung Pandan, hiburan yang cukup murah hanya dengan membayar uang masuk Rp 2000,-. Lalu ada Pantai kota yaitu Pantai Tanjung Pendam, yang kalau siang airnya surut, lalu bagi yang bosan dan ingin akan hiburan malam seperti kami, bisa ke unique café yang terletak di kawasan Pantai Tanjung Pendam, sambil mendengarkan life music. Apparently, pengunjung di café itu pun juga pendatang seperti kami.



Di Belitung emang tidak ada taksi atau pun angkot. Jarak antara satu tempat ke tempat lain itu jauh-jauh. Jadi lebih baik sewa mobil dan supir. Dari Tanjung Pandan ke daerah Manggar saja memakan waktu hampir 2 jam. Dan jalananya sepi, kanan kiri pepohonan, di ujung bukit pegunungan, dan ga ada lampu. Sinyal masih ada, dikit-dikit, kadang ilang, tergantung menara BTS nya. Jujur, i find it very interesting dan menyenangkan berada di tempat seperti ini. Cocok untuk menenangkan diri.
Untuk jalan-jalan di Belitung, sarana pariwisatanya mostly di dominasi sama tour agent, yang menjual beraneka ragam paket, lengkap dengan paket mengunjungi tempat-tempat yang ada di film laskar pelangi. Ga heran banyak banget macem2 rombongan group. Ada perusahaan yg lagi outing lah, komunitas jalan hemat lah, yang kalau jalan harus 20 orang, kalau ga 20 orang ga hemat, pokonya macem-macem. Ga enaknya ikut travel macem itu, kita jadi ga flexible ke tempat-tempat yang lain yang menurut gw juga layak untuk di explore. Salah satunya, Pantai Punai yang ada di Belitung selatan, yang ada di list gue untuk di kunjungi, tapi sayangnya perjalanan ke sana dari daerah Manggar ke selatan memakan waktu 4 jam, kalau sampai sana udah sore, pulang baliknya ga ada lampu jalan, supir pun cuma modal feeling doank.



Agenda kami di hari pertama adalah menuju timur Belitung. Tujuan pertama adalah Kuil Dewi Kwan Im, disusul dengan Pantai Burung Mandi yang hanya 5 menit dari kuil tersebut, lalu di lanjutkan ke SD Muhammadiyah, Gantong (SD Laskar Pelangi), dan karena perjalanan ke Pantai Punai itu jauh banget, akhirnya sang supir menyarankan kita ke Pantai Tanjung Tinggi. again…salah satu lokasi laskar pelangi. Pantai nya memang cukup bagus, airnya biru, dan spot yang paling gw suka adalah, pantai yang tepat di depan penginapan Lor In. lo bisa leyeh-leyeh, bejemuran, sambil menunggu sunset dan menghilangkan stress hahaha.





Anyway Pantai-pantai di Belitung memang ga kalah indahnya, khas dengan batu-batunya yang menjulang. Kalau mau nyebrang untuk island hopping, kita bisa sewa perahu dari Tanjung Kelayang, Kalau kita mau snorkeling mereka juga bisa menyewakan alat snorklingnya. Tapi gw sarananin mending bawa sendiri alatnya kalau punya. Lepas dari tanjung kelayang, kita bisa lihat hamparan pulau-pulau yang bagus banget, yang ada di sekitarnya, salah satunya pulau yang terkenal dengan mercusuarnya, yaitu Pulau Lengkuas. Wajib naik sampai atas, sebanyak 18 lantai, karena sampai atas view nya bener2 kebayar. kalau betah di atas duduk aja, cuek sambil memandangi pulau2 yang birunya minta ampun. Untuk makan siang, disarankan beli nasi bungkus terus makan di pinggir pantai, mantap loh, walau makannya cuma nasi padang.

Bagi yang suka snorkeling, kalau menurut gue pribadi, tidak terlalu banyak spot yang di tawarkan. Hanya dekat di pulau lengkuas dan di pulau babi kecil dan gw akhirnya memilih pulau babi kecil. Tapi arusnya itu loh, kencengnya minta ampun, sampe akhirnya gw mau ga mau ga bisa jauh-jauh dari pelampung karena ga kuat untuk melawan arus.



Untuk mengakhiri trip kami di kota ini, kami juga menyempatkan pergi mengunjungi rumat adat Belitung, yang mmmm lebih mirip kaya di Taman Mini, dan bekas tambang timah, yang sekarang di kenal dengan sebutan Danau Kaolin.


So…after all, Belitung memang menawarkan banyak keindahan, dari pantai, orang-orang setempat, sampai ketenangan jauh dari hingar bingar kota pada umumnya. Tapi, sepertinya Belitung memang tidak bisa lepas dari Laskar Pelangi. Tukang perahu dan orang local pun, selalu mengantarkan kami ke tempat-tempat yang pada umumnya di kunjungi turis local, padahal sebenarynya gw pribadi (bukan kami loh) lebih kepengen untuk melihat sisi yang lain dan pantai-pantai lainnya di belitung. Yup..satu lagi fakta, kemana dengan turis manca negara? Kenapa ga pernah gw jumpai di sini.

*************************
  • Penginapan di Belitung yang recommended: Pondok Impian (bersih, kamarnya luas, AC, good price, breakfast, fasilitas karaoke, billiard), Grand Pelangi, Billiton Hotel, Bahamas (kata supir gw jelek), Grand Atika, Lor In (hotel nya langsung menghadap ke pantai – recommended banget tempatnya, bagi yang ga suka pusat kota)
  • Rumah Makan: RM Diva (Chinese food, rasanya lezat, murah, porsi besar), Mie Belitung Atep (1 porsi Cuma Rp 10.000), Pempek Mama Rio (enak banget dan kalau itu kasir ga salah ngitung, kita ber 6 pesen banyak cuma abis Rp 47.000)
  • Oleh-oleh: Kerupuk udang dan ikan. Bisa beli di toko oleh-oleh persis di sebelah hotel pondok impian, Otak-otak Chen-chen (pesen 1 hari sebelumnya, karena suka abis), pempek (pempek Mama Rio juga bisa di pesan, tapi karena cepet abis jadi pesen sehari sebelumnya juga), terasi, dan kerupuk lagi
  • Island Hopping: Tanjung Tinggi, Pulau Lengkuas, Pulau Babi, Tanjung Kelayang, Pantai Burung Mandi, Pulau Burung (karena disitu terdapat bebatuan yang meyerupai burung), Pulau Gosong

Tuesday, May 29, 2012

Kuil Dewi Kwan Im

kuil Dewi Kwan Im ini terletak di timur atas belitung (kalau liat dari peta sih begitu). memakan waktu perjalanan yang lumayan jauh dari pusat kota. kurang lebih 2 jam. Dari atas kuil ini, bisa di lihat pemandangan yang indah, yaitu pemandangan berbukitan, dan pohon, serta pantai Burung Mandi (namanya emang itu). kalau berniat untuk di ramal juga bisa.







May 25, 2012 - Belitung Timur

sun.sand.sea

The sun, sand and sea...they are my best friend
i was in Belitung for another island popping get away.

kapal-kapal nelayan yang bersandar, di pantai Burung Mandi

SD Muhammadiyah, Gantong (SD Laskar Pelangi)

Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi

Mercusuar, di Pulau Lengkuas

View from the top, dari atas mercusuar, Pulau Lengkuas

Bebatuan, khas Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi

Tanjung Kelayang

Pulau Kosong, ga jauh dari Tanjung Kelayang

Pantai di Belitung

Tuesday, March 27, 2012

+/- singapore


welcome to universal studio

Clark quay


aku di ikea...yeahhh

kelaperan di food republic

inside the national museum

vivo city mall

shop at marina bay sand


Jadi plus minus nya jalan2 di Singapore kali ini,
+ mudahnya naik MRT & BUS kemana aja. Kotanya kecil, ga pake ribet, semuanya jelas
+bisa belanja jam 2pagi di Mustafa yang buka 24 hour
+ride 4D transformer di universal studio
+Hersey store and candilicious …suka banget
+baileys seharga SGD 26, best buy banget
+belanja di H&M, dan rubi shoes
+IKEA dan segala isinya, termasuk makan hotdog and lunch at the restaurant
+national museum, no indonesian tourist!!

-/ banyak banget orang Indonesia dimana-mana.
-/merlion park si patung singa itu, ramenyaaa
-/pelayanan di kudeta yang kurang friendly
-/kaki gempor banget, karena kebanyakan jalan kaki
-/penginapan yang bau kari india
-/mahalnya naik taxi 

Monday, March 26, 2012

uniquely singapore


Ada yang bilang: 
Singapore is rubbish for travelers. It’s developed. Expensive. The system of things is quite similar to the West. Therefore, there is less scope for ‘travel’ – exploration – in the conventional, backpacker sense.
Coba yuk kita lihat sebentar

Tahun 1997 gue sempet ke sini. Tepatnya cuma transit selama 6 jam. Begitu menginjakkan kaki di tempat ini dari London, gw ngerasa gue sudah dekat dengan tanah air. Ga banyak yang gue lihat waktu itu, secara hanya naik tour bus yang di provide sama Singapore airlines. Makanya gue memutuskan untuk pergi ke sana sekali lagi supaya bisa lihat banyak perubahan, explore what the city is like dan ke tempat2 baru yang belum pernah gue kunjungin.




Negara ini emang deket banget dari Indonesia. Jadi bener kata trinity, kebanyakan orang2 indonesia pertama kali ke luar negri yaitu ke Singapore. Bagi sebagian orang indonesia, ke Singapore udah kaya ke luar negeri banget, keren banget, sesuatu banget lah pokonya, dan memang terbukti, banyak banget turis orang Indonesia di mana-mana (termasuk gue hehehe) kecuali di National Museum. Orang2 indonesia lebih tertarik untuk menghambur2kan uang di tempat perbelanjaan seperti orchard dan Mustafa mungkin.


Tentang Singapore itu sendiri menurut gue hanya sebatas negara yang sudah sangat maju. Dengan public transportasinya amat sangat convenient, trs uda gitu bayarnya tinggal pake satu katru ezlink bisa buat mrt, bus, dan belanja di 711, jalanan yang teratur even klo lagi macet sekalipun, dan bersih karena orang2nya sadar untuk ga nyampah sembarangan. My favorite thing while in Singapore has to be MRT yang jelas dan mudah.
Singapore offers a very modern living. Gedung2 bertingkat, design yang futuristic, dan hal2 yang menurut gue canggih. Orang2 ga pernah terlihat megang BB, tapi semuanya pake i-phone termasuk supir taxi. Dan walaupun gue nginep di daerah little india yang banyak orang yg bilang engga banget, ga ada tuh orang yang iseng. Semuanya cuek aja. Kadang gue rindu dgn sikap ke-individualis-an, yang ga gue temuin di negara gw yg hampir setiap orang kerjanya mau tau.

Tapi ternyata, apa yang gue lihat di negara tetangga itu biasa aja. Selain keteraturan dan kebersihan kota mereka, dan mereka bisa banget mengelola tempat2 wisata misalnya museum, dam hal itu semua ngejual  pariwisata mereka. Gue ga merasa menemukan hal yang stunning selama disana, selain dari belanja. Semuanya emang serba mahal kalau di kurs-in, tapi buktinya gw pun jg tetep belanja  dan yang ngebuat gue paling seneng, adalah menemukan sesuatu yang ga ada di Jakarta. Misalnya H&M, ikea, rubi shoes, hersey store, cotton on, dan nyobain makanan2 nya.meskinpun yang gue coba juga subway, old chungky, ya elah itu lagi hahahahaha.





Satu hal kenapa gue pengen ke Singapore adalah mengunjungi universal studio,  karena gue emang belum pernah kesini. Dan begitu sampai ke sana sodara-sodara…jeng jeng jeng, betapa shocknya gue pas gw lihat begitu banyak kerumunan orang Indonesia. Excitement gue langsung drop, begitu sadar kalau tempat ini jadi seperti Dufan, ketimbang universal studio. Senengnya di sini kita bisa foto2 sama cartoon character kaya kungfu panda, shrek, transformer, dan mereka bisa aja ya bikin wahana yang keren banget kaya transformer 4D, duh itu beneran gue pengen nyobain lagi.





Sayangnya karena terlalu lelah akibat jalan kaki yang terlalu jauh, akhirnya kita ga sempet mengunjungi tempat-tempat yang ga touristy. Kudeta pun jadi gagal total, begitu sang pelayan yang agak sombong itu mengharuskan kita ber-dress code untuk memasuki club lounge. Kalau mau ya minum2 di bar aja. Dan itu pun harus berdiri, karena table and seat hanya khusus yang dinner, not for drink or light snack. Crap!.


jadi final conclusion, ga ada tempat yang tidak menarik. Tiap tempat punya keunikan sendiri. Gue seneng bisa berkunjung ke Singapore dan belanja sepuasnya.gue menikmati setiap perjalanan gue di singapore. Tapi gue tetep bertanya-tanya kenapa banyak orang Indonesia khususnya yang suka dan bangga banget ke Singapore. Padahal untuk liburan, negara kita punya banyak tempat untuk di nikmati keindahannya. Mungkin orang Indonesia itu sama halnya seperti saya yang rindu akan kenikmatan berkendara dengan teratur, public transport yang memadai dan ibukota yang bersih.

sekian.